JANGAN LUPAKAN SEJARAH

Maju Bersama | Sejahtera Bersama

JANGAN LUPAKAN SEJARAH

Ketua Yayasan Pulo Kambing Vera Nofita mengatakan bahwa kita tidak boleh melupakan sejarah.

” Keberadaan saya hari ini dengan segala pernak perniknya merupakan kontribusi dari banyak teman baik yang berada disekitar saya,” ujar Vera.

Vera mengatakan bahwa ilmu yang dimilikinya saat ini merupakan ilmu comot sana sini dari berbagai teman baik yang rela ilmunya disadur olehnya.

Salah satunya adalah kebaikan sosok Diana Sirli dan Fitria Thoyib yang dengan ikhlas mengajarkan ilmu perkoperasian kepadanya. Dengan melihat pembukuan yang dilakukan Fitri, Vera pun melakukan duplikasi untuk itu. “Karena ilmu paling mudah adalah ilmu nyotek alias duplikasi, ” kelakar Vera.

Vera menuturkan Diana Sirli adalah sosok teman yang punya kontribusi terhadap keberhasilan koperasi yang dibentuknya saat ini. Walaupun skema yang digunakan waktu itu adalah untuk tabungan simpan pinjam konvensional tetapi Vera terus menggali potensi untuk melakukan modifikasi terhadap yang sudah Diana Sirli lakukan, dan berhasil.

Dan yang tak kalah mencengangkan adalah ketika Vera menduplikasi kegiatan Bank Sampah yang diajarkan oleh Aulia Prima Kurniawan lewat lembaga APK Foundationnya. Ketika memulai kegiatan mendapat pendampingan selama 3 bulan dan kini berhasil menjadikan Bank Sampah Kerabat Pulo Kambing salah satu Bank Sampah terbaik di Jakarta dalam sisi manajemen.

Ditambah lagi ketika Vera ingin mempelajari tentang Urban Farming. Tak kalah heboh ketika melakukan pendekatan dengan teman semasa putih biru, Charlie Tjendapati yang siap menularkan ilmu hidroponiknya. ” Saya sangat bahagia karena dikelilingi teman yang tidak pelit berbagi ilmu,” ujar Vera penuh rasa kagum.

Yayasan Pulo Kambing saat ini boleh dibilang adalah yayasan yang berbeda dengan lainnya. Mengusung nilai edukasi sebagai pentolan dalam kegiatan ini merupakan syiar yang dilakukan Vera dan kawan kawan disini.

Masih banyak lagi dukungan teman teman yang akhirnya bisa membuat tapak kaki YPK mampu berdiri dengan tegak. Sosok Indarwati, pengrajin craft Depok inipun punya ruang tersendiri di hati Vera. ” Belajar sabar dalam membuat sebuah kerajinan, itu saya dapat dari beliau,” kata Vera.

Yang paling membuat semangat makin berkobar ketika Vera mendapat dukungan penuh dari Yayasan Baitul Halim milik Indra Halim. Kesempatan bertemu dan menyampaikan aspirasi tidak Vera abaikan begitu saja. Banyak hal dan agenda kegiatan yang Vera sampaikan sehingga akhirnya mendapatkan sebuah ruang yang luar biasa untuk berkegiatan.” Berjumpa beliau adalah sebuah anugrah. Saya banyak belajar dari Bapak Indra. Jiwa sosialnya yang tanpa pamrih bikin semangat saya selalu berkobar,” tutr Vera.

” Saya tidak boleh menyia nyiakan kepercayaan yang sudah diberikan Bapak Indra kepada saya dan teman teman. Saya harus membuktikan bahwa kegiatan ini bisa menjadi pijakan masa tua kami kelak. Sesuai harapan beliau bahwa ada profit yang didapat agar bisa berbuat lebih banyak untuk ummat, ” jelas Vera.

Sebagai infromasi saja, Vera memulai semua ini hanya dengan modal doa dan keyakinan. Artinya tak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika kita mampu melakukannya dengan serius dan komitmen yang tinggi. Dan Vera meyakini langkah kakinya saat ini karena ada langkah kaki dimasa lalu, dan sejarah itu tak boleh dilupakan.

Please follow and like us:
error20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *