Beratnya Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

Maju Bersama | Sejahtera Bersama

Beratnya Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

Beratnya Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.

Beratnya Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini tetap pada tujuan upaya fasilitas yang bersifat non instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah, merencanakan, dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat dan fasilitas yang ada, baik dari instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh masyarakat.

Misalnya yang dilakukan Yayasan Pulo Kambing di bidang lingkungan dan ekonomi, pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan menjaga lingkungan dalam kelola sampah yang dihasilkan serta mampu kelola keuangan dengan bijaksana.

Walaupun perjalanan menuju perubahan pola pikir yang diharapkan adalah hal yang sangat tidak mudah, tetapi dengan terus mencari solusi yang terbaik pasti akan ditemukan formula yang tepat. Seperti yang terjadi saat ini. Dengan mulainya masyarakat sadar menabung dan giat kelola sampah dengan baik membuktikan bahwa sosialisasi dan pendekatan yang baru dilakukan 7 tahun terakhir ini ada hasilnya.

Pengertian Pemberdayaan Masyarakat Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian pemberdayaan masyarakat menurut para ahli, terdiri atas:


  1. Menurut Robinson (1994)

Menjelaskan bahwa pemberdayaan adalah suatu proses pribadi dan sosial; suatu pembebasan kemampuan pribadi, kompetensi, kreatifitas dan kebebasan bertindak.


  1. Menurut Payne (1997)

Menjelaskan bahwa pemberdayaan pada hakekatnya bertujuan untuk membantu klien mendapatkan daya, kekuatan dan kemampuan untuk mengambil keputusan dan tindakan yang akan dilakukan dan berhubungan dengan diri klien tersebut, termasuk mengurangi kendala pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan. Orang-orang yang telah mencapai tujuan kolektif diberdayakan melalui kemandiriannya, bahkan merupakan “keharusan” untuk lebih diberdayakan melalui usaha mereka sendiri dan akumulasi pengetahuan, ketrampilan serta sumber lainnya dalam rangka mencapai tujuan tanpa tergantung pada pertolongan dari hubungan eksternal.

Tujuan Pemberdayaan Masyarakat

  1. Perbaikan Kelembagaan “Better Institution”
    Dengan perbaikan kegiatan/tindakan yang dilakukan, diharapkan akan memperbaiki kelembagaan, termasuk pengembangan jejaring kemintraan usaha.
  2. Perbaikan Usaha “Better Business”
    Perbaikan pendidikan “semangat belajar”, perbaikan aksesibisnislitas, kegiatan dan perbaikan kelembagaan, diharapkan akan memperbaiki bisnis yang dilakukan.
  3. Perbaikan Pendapatan “Better Income”
    Dengan terjadinya perbaikan bisnis yang dilakukan, diharapkan akan dapat memperbaiki pendapatan yang diperolehnya, termasuk pendapatan keluarga dan masyarakat.
  4. Perbaikan Lingkungan “Better Environment”
    Perbaikan pendapatan diharapkan dapat memperbaiki lingkungan “fisik dan sosial” karena kerusakan lingkungan seringkali disebabkan oleh kemiskinan atau pendapatan yang terbatas.
  5. Perbaikan Kehidupan “Better Living”
    Tingkat pendapatan dan keadaan lingkungan yang membaik, diharapkan dapat memperbaiki keadaan kehidupan setiap keluarga dan masyarakat.
  6. Perbaikan Masyarakat “Better Community”
    Kehidupan yang lebih baik yang didukung oleh lingkungan “fisik dan sosial” yang lebih baik, diharapkan akan terwujud ke kehidupan masyarakat yang lebih baik pula.

Dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Yayasan Pulo Kambing diharapkan bisa membuka pandangan dan menambah wawasan warga masyarakat sekitar.

Please follow and like us:
error20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *