Amnesia gegara selipin uang

Maju Bersama | Sejahtera Bersama

Amnesia gegara selipin uang

Amnesia gegara selipin uang

Berdasarkan data yang saya baca, pemerintah mencatat ada 55 ribu pedagang kaki lima yang ada di Propinsi DKI Jakarta. Jumlah ini akumulasi dari 153 pasar di Jabodetabek. Biasanya banyak kita temui pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar / badan jalan yang akhirnya bisa membuat jalan jadi macet.

Tahukah asal muasal sebutan pedagang kaki lima ? Jadi dulu jaman Kolonial Belanda ketika membangun jalan maka wajib menyediakan sarana untuk pejalan kaki dengan lebar lima kaki atau satu setengah meter. Setelah Indonesia merdeka, ruas jalan untuk pejalan kaki tersebut banyak digunakan oleh pedagang untuk berjualan dan kebutuhan umum disebut sebagai pedagang kaki lima. Akhirnya sampai sekarang jika ada pedagang yang jualan tidak di dalam gedung / mall maka diberi nama Pedagang Kaki Lima ( PKL )

PKL semakin menjamur karena potensi keuntungannya cukup menggiurkan, juga modal usaha yang relatif kecil jika dibandingkan membuka toko atau tempat makan menggunakan bangunan permanen.

Perputaran omset PKL ini lebih besar ketimbang usaha yang ada toko. Walaupun terkesan main ” receh ” tetapi ketika barang dagangan yang digelar adalah produk yang happening sehingga membuat omsetnya bisa melonjak naik.

Kendala permodalan PKL pun masih banyak. Untuk ini KSPPS Bersatu Kerabat Pulo Kambing mengadakan pendekatan kepada PKL agar sedia untuk menyisihkan dari omset hanya Rp 10.000 setiap hari. Gunanya adalah agar para pelaku PKL ini bisa merancang pertumbuhan usahanya dalam jangka pendek. Semisal dalam satu tahun ke depan akan tambah modal untuk barang atau tambah sewa kios baru dan sebagainya.

Dan dana ini pastinya masuk dalam tabungan NyiMas yang sudah sangat dikenal masyarakat. NyiMas adalah produk tabungan yang dimiliki oleh KSPPS Bersatu Kerabat Pulo Kambing untuk memudahkan pelaku PKL bisa memiliki investasi emas logam mulia dengan cara yang mudah dan murah.

Alhamdulillah amnesia gegara selipin uang berakibat ada beberapa pelaku PKL yang tergabung sebagai nasabah NyiMas berkelanjutan. Semoga NyiMas ini bisa diikuti para PKL lainnya. Karena kehadiran NyiMas bisa membantu para PKL menata keuangan mereka dengan baik dan terstruktur.

Please follow and like us:
error20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *