Ada apa dengan SUMBU

Maju Bersama | Sejahtera Bersama

Ada apa dengan SUMBU

Berkebun di Pulo Kambing dilakukan dengan media air alias hidroponik. Sudah tahu semua dong yaaa..
Membuat hidropnik di rumah pun bisa dilakukan dari cara tersimpel, salah satunya dengan wick system Nah sistem yang lain dengan bahan sama yaitu sistem sumbu. Sistem sumbu nama kerennya adalah Wick System…

Wick System adalah sistem hidroponik paling sederhana. Pada prinsipnya, sistem sumbu ini hanya membutuhkan sumbu yang dapat menghubungkan antara larutan nutrisi pada bak penampung dengan media tanam. Sistem ini adalah sistem yang pasif yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke media tanam dari bak/tangki penampung melalui sumbu. Air dan nutrisi akan dapat mencapai akar tanaman dengan memanfaatkan daya kapilaritas pada sumbu.

Sistem sumbu adalah jenis sistem yang mudah untuk dibuat ketika pertama kali belajar tentang hidroponik. Jenis sistem hidroponik ini juga sering digunakan oleh guru di kelas sebagai percobaan untuk anak-anak.

Wick System tidak usah langsung membuat dalam skala besar, cukup mulai dari langkah kecil seperti dengan memanfaatkan sampah botol bekas juga bisa kok…

Mau tahu cara simpel membuat hidroponik wick system?

1. Bahan & Alat untuk Membuat Hidroponik Wick System

  • Botol bekas minuman ukuran 600 ml
  • Gunting, pisau, atau cutter
  • Sumbu, kain bekas, atau kain flanel sebagai pengalir nutrisi (wick system)
  • Bibit tanaman yang sudah dikembangkan di media rockwool
  • Air
  • Nutrisi pupuk A & B (berbentuk cair atau bubuk). Anda bisa menemukannya di toko khusus tanaman atau pertanian. Sesuaikan jenis nutrisi dengan tanaman yang Anda pilih (sayur atau buah).
  • Paku

Untuk bibit tanaman, bisa dengan mudah Anda peroleh di toko-toko khusus pertanian atau secara online.

Sebelum dipindahkan ke media tanam hidroponik yang akan kita buat, kembangkan dulu bibit tersebut dengan menggunakan rockwool.

Rockwool juga merupakan media tanam namun hanya cocok sebagai tempat penyemaian bibit hingga tumbuh menjadi benih.

Semaian bisa diperoleh di Petani Kerabat Pulo Kambing lhoo ( jika Anda malas atau belum ada waktu untuk menyemai yaaa )

2. Cara Membuat Hidroponik Wick System

  1. Potong botol minuman bekas menjadi dua dengan menggunakan cutter, pisau, atau gunting. Pastikan ukuran botol bagian bawah lebih besar daripada ukuran bagian atas.
  2. Tuangkan air ke dalam bagian botol bawah lalu masukkan pupuk nutrisi A & B sesuai takaran. Perbandingannya, masing-masing 5 ml untuk setiap liter air. Sisihkan.
  3. Lubangi permukaan pada bagian leher botol dengan menggunakan paku kecil di beberapa titik. Lubangi juga bagian penutup botol sebagai jalur masuk sumbu nantinya.
  4. Masukkan sumbu, kain bekas, atau kain flannel ke dalam celah penutup botol yang akan dibuat. Pastikan sumbu cukup panjang di kedua sisi agar dapat menyerap air yang akan dituangkan dan juga mengenai bagian benih tanaman. Lalu letakkan dengan posisi terbalik ke dalam botol yang telah berisikan air.
  5. Masukkan benih yang masih tertanam pada rockwool ke dalam bagian botol yang telah dibalik.
  6. Pastikan benih terkena dengan bagian sumbu yang sudah terbasahi dengan larutan nutrisi dan air. Anda juga bisa menggunakan media tanam seperti sekam bakar, batu bara merah yang telah dihancurkan, serta spon untuk menjaga bentuk tanamanan agar tiduk mudah patah.
  7. Letakkan botol di area yang ramah sinar matahari namun tidak rawan terkena hujan agar benih tumbuh dengan baik.
  8. Lakukan proses tersebut untuk membuat media tanam lainnya

3. Jenis Bibit Hidroponik

Cukup banyak lho jenis tanaman dan tumbuhan untuk dibudidayakan dengan cara hidroponik ini.

Contohnya saja selada, tomat, bayam, cabai, timun, kangkung, dan sawi.

Anda juga bisa menanam buah-buahan seperti stroberi, melon, dan semangka namun diperlukan wadah dan lahan yang besar pula untuk menanamnya.

4. Perawatan Tanaman Hidroponik Wick System

Selain diletakkan pada tempat yang aman dari hujan, benih tanaman yang dibudidayakan dengan cara hidroponik ini juga harus rutin diberikan nutrisi tambahan.

Pada minggu pertama penanaman, gunakan nutrisi A & B dengan takaran 5 ml + 5 ml untuk tiap 1 liter air.

Lalu naikkan menjadi 6 ml + 6 ml campuran untuk tiap liter di minggu kedua.

Lanjutkan memberikan nutrisi hingga tanaman berkembang dan siap dipanen.

Cukup mudah bukan?

Hanya bermodal barang bekas, bahan-bahan simpel, serta ketekunan dan kecermatan, Anda pun bisa menuai hasil tanaman yang banyak dan sehat.

Anda bisa tonton sekilas tekhnik wick system kami ulas di liputan Berita Satu dengan link https://youtu.be/b45sAX8aaXg

Petani Kerabat Pulo Kambing sedang mengembangkan pohon cabai dengan metode wick system ini. Anda mau coba ?

Pesan pun bisa yaaa…Hubungi saja Ibu Yayan Ferutensi di 0878-2291-8335 ( wa, sms atau telpon )

Please follow and like us:
error20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *